Aku menulis tentang:

Senin, 16 Agustus 2010

Time is Money?? Time is Precious!!

Jalanan Jakarta dan sekitarnya hampir setiap hari berhiaskan kemacetan. Waktu tempuh menuju tempat tujuan sering tidak bisa diprediksi. Setengah jam, satu jam, tidak jarang sampai dua jam lebih. Duduk di angkot. Berdiri di dalam Metromini. Berhimpitan di Kopaja. Berdesakan di bis Transjakarta. Buang-buang waktu? Tergantung...

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu selama dalam perjalanan. Bengong. Mendengarkan musik melalui iPod, MP3 player, atau handphone. Bergosip? Kenapa tidak. Baca buku? Tentu saja. Tapi dengan catatan dapat tempat duduk. Baca buku sambil berdiri di dalam Kopaja atau Metromini yang melaju kencang sambil meliuk-liuk tentu tidaklah nyaman.

Minggu, 25 Juli 2010. Pukul 12.16 WIB. Di dalam angkot dari Ciputat menuju Poinsquare, Lebak Bulus.

Seorang perempuan muda mendengarkan MP3 melalui handphone-nya. Ehhh, entahlah, mungkin dia mendengarkan radio. Yang pasti, sepasang earphone menempel di kedua telinganya, dan kepalanya bergoyang-goyang. Seorang bapak duduk diam memangku tasnya di samping saya. Sementara empat orang ibu-ibu berdandan menor sedang mengobrol - lebih tepatnya bergosip - dengan begitu semangat. Mereka dengan serius membicarakan si A yang begini, si B yang begitu, dan si X yang begono. Saya mengeluarkan buku dari dalam tas.

Angkot berhenti, dan masuklah seorang ibu. Duduk dan segera mengeluarkan sesuatu dari kantong plastik yang tadi ditentengnya. Ditengah-tengah hingar-bingar suara klakson angkutan umum, ditambah suara keempat ibu menor yang saling sahut menyahut, ibu itu diam dan langsung beraksi. Jari-jarinya dengan lincah menari-nari memainkan benang. Diulur, ditarik, dikaitkan. Merajut.

Saya langsung mengeluarkan handphone, pura-pura baca SMS, nggak taunya mengambil gambar. Tambah lagi satu pilihan kegiatan, photo-photo.

*Maaf, ngambil gambarnya diam-diam, dan mohon izin dipajang di sini ya, bu..... :) *

Tidak ada komentar:

Posting Komentar